Eat│Play│Repeat

Here, There, and Everywhere

#pelesIRAN : Sengsara Membawa Nikmat

“Hidup tak semulus paha personel girlband Korea”

Begitu pepatah yang sering saya dengar dari inner circle saya dan baru saja terjadi dalam perjalanan menuju Persia kemarin. Cuti pelesiran baru didapat kurang dari 2 minggu sebelum keberangkatan dengan mempertimbangkan melewati masa peak season di kantor. Jadilah persiapan berburu penginapan di Tehran, Esfahan, & Shiraz mengalami sedikit kesulitan. Belum lepas peliknya perkara mencari penginapan di 3 kota tadi, teman yang telah berkali-kali beranjangsana ke Iran memberi rekomendasi kota lain untuk dikunjungi yakni Kashan dan Yazd. Dengan mempertimbangkan lokasi kedua kota yang ternyata searah dengan berjalanan Tehran-Esfahan-Shiraz saya, maka peliknya kini bertambah menjadi 5 kali.

IMG_0911

Peliknya mengurus VoA

Berbeda dari negara-negara yang telah dikunjungi sebelumya, ada keunikan tersendiri mengenai Iran ini. Hotel-hotel yang listed di situs pemesanan hotel populer seperti Agoda, Booking.com, Hostelworld, dan Hostelbookers sangat minim kalau mau dibilang tidak ada. Lupakan situs AirBnB yang sedang naik daun untuk mencari penginapan di negeri yang dulunya bernama Persia ini. Daftar penginapan di buku Lonely Planet tak memiliki varian yang banyak untuk budget hotel/hostel…and it’s a quite outdated. Perihal akomodasi ini sangat vital karena saya menggunakan Visa on Arrival (VoA) untuk mengunjungi Iran dan penginapan di malam pertama di Iran akan dicantumkan dalam dokumen VoA untuk mengurus visa di ruang kedatangan bandara Imam Khomeini. Alternatif lain sebenarnya ada yakni mengurus visa di Kedutaan Besar Iran di Jakarta, namun biayanya bakal membengkak walaupun nominal visanya lebih murah sebab ongkos pulang-pergi Medan-Jakarta pada awal april sama saja dengan 1/2 harga tiket Medan-Tehran via Kuala Lumpur PULANG PERGI!

Proses gerilya di dunia maya membuahkan hasil dengan adanya web Hostel in Iran. Satu persatu penginapan di Kashan, Yazd, dan Esfahan sudah digenggam, kecuali untuk malam pertama di Tehran dan seluruh malam di Shiraz. Sistem di Hostel in Iran ini sangat berbeda dengan situs lain karena mereka hanya sekadar penghubung dengan penginapan yang muncul di daftar. Dalam hitungan jam, barulah pihak Hostel in Iran memberikan konfirmasi ketersediaan kamar yang kita pilih dan kita harus memberikan konfirmasi lagi agar kamar tersebut dijaminkan untuk kita. Untuk malam pertama di Iran, sudah 3 hostel yang saya pilih di situs tersebut dan berakhir dengan kekecewaan karena seluruh hostel yang saya incar penuh hingga di H-2 keberangkatan. Tak ingin berlama-lama dalam memilih hostel-hostel lain via Hostel in Iran, saya pun “memotong kompas” dengan menghubungi hostel-hostel yang belum dipilih satu persatu via email dan mendapatkan Persian Hostel sebagai penginapan selama malam-malam dingin aku sendiri tiada yang menemani di Tehran yang menolong proses pengajuan Visa on Arrival saya.

Saya kira proses mendapatkan VoA bakal mulus selepas mendapatkan surat rekomendasi dari Persian Hostel. Sesampainya di bandara Imam Khomeini International Airport, saya bersuka hati karena mendapatkan gate paling dekat dengan pos imigrasi. Tapi apa yang terjadi saudara-saudari…antrean penerbangan sebelumnya sudah mengular! 3 orang teman yang baru saja berkenalan memang sebelumnya sudah mewanti-wanti proses VoA bakal memakan waktu hingga 2 jam untuk melewati 3 pos yakni loket pembayaran asuransi, pembayaran VoA di loket bank, dan pengajuan visa di loket imigrasi. Saat pesawat AirAsia X yg saya tumpangi mendarat ternyata Alitalia, Turkish Airways, Emirates, dan Air Arabia juga mendarat berdekatan di tengah malam di awal musim semi. Jika 1 pesawat bisa mambawa 250-400 orang dan sebagian besar adalah warga asing, maka bisa dibilang sekitar 1.000 orang akan mengajukan aplikasi VoA dan petaka dimulai karena hanya 3 orang di loket imigrasi, 1 orang di loket bank, dan 1 orang di loket asuransi yang melayani 1.000 orang dari kami.

Pukul 12.30 dini hari saya memulai antrean pertama saya di pos pembayaran asuransi karena antreanya paling pendek. Dalam waktu kurang dari 15 menit, 15 Euro sudah terbayarkan dan saya pun pindah ke antrean pembayaran VoA di loket bank yang tampak sudah mengular…dan gak jelas antreannya yang mana. Di depan saya bahkan sempat terjadi pertengkaran antara 2 gadis Perancis nan belia yang di-backup 1 keluarga yang kesal dengan rombongan nini-nini & aki-aki Perancis yang mencoba mengantre dari samping. Waduh, saya kirain cuma di Indomaret negara Gemah Ripah aja yang suka begitu. Pertengkaran dengan volume cukup kencang tadi bahkan sampai ke fase tunjuk-tunjukkan jari segala…tepat di depan hidung saya! Bayangin aja mesti ngedengerin catfight dalam bahasa yang gak kita mengerti setelah 8 jam penerbangan dan 1 jam mengantri. Piknik saya kok gini-gini banget, ya Allah…pasti karena gak pamitan ke orang tua.

Mengemper demi Visa

Antrean paling menyita stok sabar selama di area kedatangan adalah loket imigrasi. Bayangkan 1.000 orang hanya dilayani 3 orang. Bukan dilayani dengan 3 loket ya, tapi 3 orang. 1 orang menelpon semua penginapan/nomor telepon yang dicantumkan wisatawan di formulir, 1 orang di bagian input data dan menempelkan stiker, dan 1 orang mengumpulkan formulir yang diajukan dan meneriakkan nama-nama orang yang paspornya telah ditempeli stiker oleh petugas lainnya. Dengan kata lain, kami hampir seribu orang dilayani hanya oleh 1 tim! Yang saya ingat, saya memasukkan berkas VoA saya pada pukul 2.30 dini hari…dan nama saya dipanggil pada pukul 4.30. Cabaran apa ini, ya Gusti. Tak heran banyak yang buka lapak di lantai untuk tidur-tidur ayam sembari menunggu namanya dipanggil. Berhubung saya sendirian, mau gak mau harus tetap stand-by dong, ditambah pula pikiran akan koper saya yang selama 4 jam lebih pasti sudah puyeng muter-muter di conveyor belt. Sempat ilang, saya cuma bermodal pakaian di tubuh sintal ini untuk berkeliling Iran…walaupun ada H&M di sana.

Loket-loket yang terpisah, sistem antrean yang gak jelas, dan kurangnya jumlah petugas yang melayani wisatawan jadi cabaran bagi kami semua di pagi hari itu. Belum usai lelah meraja dari perjalanan, sudah disambut semrawutnya birokrasi. Sempat terlintas rasa frustasi, namun pada akhirnya saya lebih memilih legowo dalam menghadapi situasi. Berharap perjalanan di hari-hari ke depannya jauh lebih baik dari ini…dan firasat saya ternyata benar!

Kurang dari 1 menit, petugas imigrasi mengecap paspor saya dan…voila…Welcome to Iran. Begitu keluar bandara, udara dingin yang menusuk belulang tidak saya hiraukan, anggap saja kompensasi buruknya sirkulasi udara di ruangan kedatangan. Taksi membawa saya dan sepasang lovebird asal Shenzhen menuju downtown Tehran. Kami bertiga berpatungan agar menghemat biaya taksi yang dikenakan 750.000 Rial (Rp. 250.000) per mobil untuk perjalanan ke Tehran. Saya turun di dekat Imam Khomeini Metro Station karena taksi harus membawa pasangan asal Shenzhen tadi ke daerah Amir Kabir Street untuk mencari hotel, sementara hostel saya di daerah utara Tehran harus ditempuh dengan metro lagi. Begitu saya turun dari mobil dengan membawa ransel dan koper saya, seorang bapak tua langsung menegur saya: “metro entrance is right there… come walk with me“.

Tehran dan Iran memang tidak memberikan kesan awal yang menjanjikan pada tengah malam tadi. Dingin, ruwet, dan berantakan. Namun, seiring matahari terbit saat saya tiba di pusat kota, kehangatan Iranian yang terkenal-terkenal di udara dan menggema-menggema di hati penggemarnya pun ikut menyambut saya. Kelak, kehangatan sapaan kakek tadi hanyalah sekeping dari sambutan-sambutan Iranian lainnya di Kashan, Isfahan, Yazd, hingga Shiraz. Senyuman, sapaan, obrolan…dan (ehem!) pelukan mereka menjadi pelipur lara peliknya urusan visa berkunjung ke Persia.

IMG_0959

Persian Hostel’s Neighborhood

DSCF3845

Tochal Ski Complex (3.900 m)

IMG_8248

Iran in a nutshell

Advertisements

15 comments on “#pelesIRAN : Sengsara Membawa Nikmat

  1. BaRTZap
    May 8, 2017

    Gak sabar nunggu kisah lanjutannya. Meski awalnya kelihatan banyak cobaannya, tapi kok aku malah merasa bersemangat banget ya bacanya. Justru inilah perjalanan yang sesungguhnya. Banyak cobaan, tapi berbuah manis. Apalagi di akhir tulisan dirimu memberikan bocoran gambar-gambar yang indah dan luar biasa.

    Jangan lama-lama ya nulis lanjutannya 🙂

    • winnymarlina
      May 8, 2017

      ke Iran bart :d hihi

      • BaRTZap
        May 8, 2017

        Untuk alasan tertentu dan pribadi, saat ini Iran aku skip dulu. Cukup aku menghibur diri dengan membaca ulasan teman-teman yang ke sana 🙂

    • Ari Azhari
      May 8, 2017

      Aduh, ini nulis udah pake semedi loh, Bart. Tapi beneran ini perjalanan paling berkesan sepanjang hidup in a good way

      • BaRTZap
        May 9, 2017

        Hahaha sampai segitu seriusnya harus semedi. Aku rasa juga begitu, soalnya terlihat dari antusiasmu dalam berbagi di medsos dan menceritakannya kembali di blog.

        Ayo semangat nulis lanjutan ceritanya. Terutama soal makanan dan bangunan yang uniknya ya 🙂

  2. winnymarlina
    May 8, 2017

    iih keren pas ke Iran pas saljuu

    • Ari Azhari
      May 8, 2017

      Saljunya ada terus dari Nopember ke Mei kalo di Tochal, win

  3. nyonyasepatu
    May 8, 2017

    Lagiiiiii tulis yg panjang hahah

    • Ari Azhari
      May 8, 2017

      Hahahaha, coba niat & kerajinan dirimu dibagi ke aku, Mbak

      • nyonyasepatu
        May 8, 2017

        Huhahhaa dijampi2 deh dari sini, semoga bisa nyampe ya 😄

  4. Ammar Faiz
    May 8, 2017

    WOW !! Kamu bang ipul.

    • Ari Azhari
      May 8, 2017

      Ini kenapa main jauh banget ampe blog! Sana sana pulang…minggu depan ujian

  5. Dita
    May 9, 2017

    benci benci benci
    mana foto babang akuuuu? jangan disembunyikan

  6. Bulan
    May 12, 2017

    Kenapa gantung bangeeeet? Mana lagi manaaa? I need to know moooreee..

    Sukses lah post di medsosnya bikin ai pengen beli tiket ke Iran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 8, 2017 by in Iran, Jalan-jalan, travel and tagged , , , , , , .

#archives

#categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,073 other followers

Follow Eat│Play│Repeat on WordPress.com
%d bloggers like this: