Happy Independence Day, Pare

Luneta Park a.k.a Rizal Park. Philippine 0 Km

Gak sengaja baca news feed di Facebook hari ini (yg mana saya jarang-jarang lihat FB), dan tertera “Happy Independence Day, Philippines! Mabuhay!” di akun seorang teman saya yang asli sono namun sedang bekerja di Indonesia. Langsung ingatan kembali ke satu tahun lalu saat melakukan perjalanan ke jiran kita yg paling ujung itu. Perjalanan impulsif tanpa tahu risiko yang diambil, termasuk mau ngapain aja di sana dengan teman yang juga baru pertama kali ke sana. Karena mendapat respon yang baik beserta pengalaman yang menyenangkan dulu, akhirnya tahun ini saya memutuskan untuk kembali ke sana pada akhir tahun nanti, tentunya dengan beberapa tujuan baru lagi.

Vigan, the most beautiful heritage town in SE Asia

The Philippines, odd child of Asia. You’ll find Catholic church everywhere instead of Mosque and temple. Priest instead of monks. Adobo and vinegar instead of soy sauce or sambal. More fiesta a la Carribean and bahala na attitude everywhere.

Keep your country peaceful, clean, and more prosperous, my dear Filipino friends. And mahal kita, Philippines ๐Ÿ˜‰

Continue reading “Happy Independence Day, Pare”

Berburu Hotel & Hostel

Rainforest Bed & Breakfast, KL (dipesan lewat Hostelbookers.com)

Dalam dunia traveling saya ada hal yang masuk ke dalam kategori kegiatan spontan dan lawannya, kegiatan yang sudah direncanakan. Salah satu yang direncanakan jauh-jauh hari adalah masalah tiket (ya iyalah, menurut lo!) dan penginapan. Kalau memang perjalanannya spontan ya pasrah harus nyari go-show, tapi kalau sudah direncanakan dari beberapa bulan sebelumnya maka penginapan pun harus direncanakan sedemikan rupa.

Saya bukan tipikal orang yang mau bayar semurah mungkin tapi fasilitasnya sungguh basic dan kurang bersih. Tapi saya juga bukan orang yang rela bayar segepok duit buat nginep di hotel bintang 4-5 juga, karena terakhir kali mencet komedo yang keluar bukan duit. Apalagi seringnya penginapan cuma dipakai tidur malam dan sarapan pagi doang. Bagi saya, penginapan yang layak itu ada beberapa syarat yaitu :
Continue reading “Berburu Hotel & Hostel”

Sekilas Pilipinas

Summer Escape Route

Berkah dari traveling adalah bisa melihat langsung isi daleman tempurung langsung dalam tempurungnya. Bukan dari luar tempurung dengan binocular. Jadi pengalaman yang lebih nyata didapat. Perjalanan saya dan Lidah Naga ke Filipina kemarin pun lumayan bisa melihat gambaran negara yang sering dikata ‘out of tunes’ dengan tetangga-tetangga Asia Tenggara.

  • Saat hendak bepergian ke Filipina melalui penerbangan internasional, maka petugas check-in penerbangan menanyakan onward ticket keluar dari Filipina. Jadi saat check-in diusahakan udah megang tiket balik atau keluar dari Filipina.

Continue reading “Sekilas Pilipinas”

Where to Stay – Philippines Trip

Alumbung Tropical Living

Disclaimer : Maafkan saya kalau di post ini saya mengingatkan anda akan Ibu Evelyna Setiawan & Mbak Fenny Rose,ya. Karena saya tumbuh besar bersama tayangan mereka. Salamat, po.

Boleh dikata, anggaran terbesar saat berjalan-jalan selain tiket penerbangan adalah penginapan. Kalau tiket penerbangan hanya bisa diakali oleh promo, rute, atau tanggal keberangkatan maka penginapan masih bisa ditekan melalui beberapa pertimbangan seperti lokasi, kenyamanan, fasilitas, dan selera individu. Karena saya termasuk pejalan hemat (baca : pelit), maka cenderung saya menggunakan hostel atau guesthouse.

Continue reading “Where to Stay – Philippines Trip”

Tercantol Eksotisme Pulau Bohol

Chocolate Hills at Carmen

LEG 5 : Cebu ยป Bohol Island

Lelah menghabiskan waktu dari pagi hingga petang di Cebu, saatnya melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya. Bohol. Dari Cebu City memakan waktu hampir 2 jam menggunakan kapal cepat ke Tagbilaran yg merupakan kota terbesar di Kepulauan Bohol. Kalau Manila & Ilocos itu masukan dari saya, perjalanan di Cebu & Bohol ini kontribusi dari teman saya.

Menjelang petang, kita udah check-in & stand-by di ruang tunggu Pier 4 Cebu Port. Jangan bayangkan pelabuhan yg diisi orang-orang menyeramkan dan dipenuhi adegan tarik-tarikan rebutan penumpang oleh portir. Sejak pembelian tiket, kita udah dipandu petugas armada yg bersangkutan. Ya kalo mau naik Weesam Express bakal dipandu sampe ke bagian ticketing, demikian juga di Ocean Jet atau SuperCat serta armada lainnya. Petugasnya gak ada yang saling tarik penumpang. Kita milih pemberangkatan paling akhir yaitu Weesam Express pukul 6.30 yg ternyata molor hampir 1 jam. Suasana pelabuhannya juga enak kok. Ruang tunggu ber-AC hingga coffeeshop yg juga jual cemilan dan makanan berat seperti chicken steak atau beef tapa.

Continue reading “Tercantol Eksotisme Pulau Bohol”