Urban Oasis

Urban Oasis
Urban Oasis

Ayala Triangle Garden hadir layaknya oasis di tengah hiruk-pikuk pusat bisnis Makati, jantung perekonomian Filipina. Deretan restoran, pohon-pohon rindang, free wi-fi, bangku taman yang bertebaran, dan bebas preman menjadi daya tarik lahan berbentuk segitiga yang mempertemukan 2 jalan utama Makati City, Ayala Avenue dan Paseo de Roxas, yang dulunya adalah 2 landasan Bandar Udara Manila sebelum pindah ke Ninoy Aquino International airport. Sekarang, bolehkah saya meminta 1 taman kota yang layak seperti ini selepas Polonia kini tidak beroperasi lagi, wahai Petinggi Kota Medan?

Our Awesome Hostel/The Fort Budget Hotel

Pada kunjungan-kunjungan terdahulu ke Manila, saya dan teman selalu menginap di Makati Apartele dengan pertimbangan harga yang murah kalau dibagi berdua. Dikarenakan 2 kunjungan terakhir harus sendiri, mau gak mau harus mencari alternatif lain yang lebih murah dan kembalilah saya ke jagad per-hostel-an.

Lirak-lirik situs hostel andalan yakni Hostelbookers dan Hostelworld, beberapa hostel memang mendapat rating di atas 90% namun ada kriteria-kriteria lain yang akhirnya membuat saya memilih Our Awesome Hostel/The Fort Budget Hotel. Kalau kata Ibu Evelyna Setiawan: Lokasi…Lokasi…Lokasi.

Maligayang Pagdating, po :)
Maligayang Pagdating, po ­čÖé

Continue reading “Our Awesome Hostel/The Fort Budget Hotel”

‘Masarap’ Guide at Manila’s Weekend Market

Sal├žedo Community Market
Sal├žedo Community Market

Manila di akhir pekan kontras dengan Manila di hari kerja. EDSA yang begitu padat di jam pulang kerja menjadi jinak di Sabtu-Minggu. Makanya jika menyusun itinerary ke Filipina, saya selalu meluangkan waktu akhir pekan di Manila sebelum cabut ke provinsi lain keesokan hari. Dari Bonifacio atau Ayala ke area Intramuros bisa ditempuh kurang dari 15 menit. Quezon ke Makati pun bisa ditempuh kurang dari 20 menit dan ongkos kurang dari 200 Peso. Bahkan supir-supir taksi yang mengantar saya ke Bandara menyarankan untuk tidak usah menggunakan SLEX Skyway karena jalanan di bawahnya cukup lengang. Ya padahal cuma selisih 20 Peso doang untuk masuk ke SLEX.

Continue reading “‘Masarap’ Guide at Manila’s Weekend Market”

Kumusta Pilipinas

App In The Air
App In The Air

“Punya pacar ya di sana” – tuduh beberapa teman dekat dan kenalan.

Bahkan teman-teman saya di Manila pun menanyakan hal yang sama. Ya gak salah juga sih sebenarnya pertanyaan mereka. Rutin setahun sekali datang sejak 2011, bahkan tahun ini ada 2 kali kunjungan. Yah mau gimana lagi, salahkan Cebu Pacific dengan Piso Fare mereka, salahkan Pinoy dengan Bahala Na attitude yg periang, salahkan alpanya languange barrier, salahkan apa-apa yang serba murah di sana. Salahkan saya juga yang terlalu menikmatinya. Dari menikmati alam Palawan dengan bukit karst yang menjulang dari lautan, ratusan bukit berwarna coklat di Bohol bak rumah Teletubbies, sampai kemacetan dan ‘pemandangan mengerikan’ di bawah setiap jalan layang Metro Manila.

Continue reading “Kumusta Pilipinas”

Makan Hati Dibikin Taifun Santi

Clark International Airport
Clark International Airport

Siang itu saya mendarat di Clark International Airport dan sepanjang mata memandang cuaca sangat cerah. Bahkan saya merasa gerah saat menunggu di Imigrasi. Sepanjang perjalanan dari Clark ke downtown Angeles City pun masih dihiasi langit biru sebiru hatiku. Penumpang di Jeepney yang membawa saya dari terminal mal SM Clark ke terminal bus antar kota berkali-kali mengeluh ke kernet supaya jalan karena cuaca di terminal mal sungguh panas. Namun semua berubah sejak negara api menyerang saat bus saya yang menuju Manila memasuki jalan tol NLEX (North Luzon Expressway).

Hujan deras dan petir bersahutan menyambar adalah menu utama kami di perjalanan. Saya kira sih masih wajar. Toh di Medan juga kondisinya gak jauh beda. Sering hujan deras menjelang sore. Jadi hujan deras sepanjang perjalanan Clark-Manila saya anggap enteng. Apalagi ditambah hujannya reda saat bis memasuki Manila. Saya langsung merasa diberkahi.

Continue reading “Makan Hati Dibikin Taifun Santi”

Market Value: Legazpi Sunday Market

Warung Indonesia di Legazpi Sunday Market

Sukses menjelajah 2 bazaar sebelumnya, Salcedo Community Market & Midnight Mercato, hasrat bertualang jajanan ‘pasar’ masih juga menggebu-gebu untuk dilampiaskan. Tujuan di Minggu pagi itu adalah Legazpi Sunday Market, yang berada di jantung pemukiman mewah di Makati dan hanya selemparan Fantasy Bra Alessandra Ambrosio dari Ayala Center yang dipenuhi mal.
Continue reading “Market Value: Legazpi Sunday Market”